Thursday, April 17, 2014
Friday, April 11, 2014
Wednesday, April 2, 2014
Optimasi Sistem Energi (bagian 3)
KARAKTERISTIK PERANCANG
Seorang perancang diharapkan dapat mempunyai :
1. Kemampuan mengidentifikasi masalah
2. Kemampuan berimajinasi
3. Kemampuan berdayacipta
4. Rasa untuk memilih yang terpenting
5. Kemampuan
menyederhanakan masalah
6. Kemampuan menghitung
7. Kemampuan
menentukan
8. Pikiran yang terbuka
1. Kemampuan mengidentifikasi masalah
Suatu
identifikasi yang tepat dari problem nyata adalah merupakan syarat utama dalam
pencapaian sasaran yang benar. Seorang perancang dapat dikatakan berhasil
apabila ia mampu memahami masalah sebelum perancang lain mengertinya
2. Kemampuan berimajinasi
Seorang
insinyur diharapkan mempunyai kemampuan berimajinasi yang tinggi agar dapat
memprediksi masalah yang akan terjadi dikemudian hari. Seorang insinyur yang
sedang duduk diruangan berpenyejuk udara di sebuah kantornya di Jakarta,
harus dapat mengkhayalkan penggunaan rancangannya berupa sebuah kendaran
bermesin guna menggantikan kendaraan yang ditarik ternak milik seseorang yang
tinggal di sebuah pedalaman Sulawesi Tengah. Keadaan atau kondisi yang
digunakan mungkin akan sangat berbeda dengan kondisi dimana mesin yang asli
tersebut diciptakan. Keadaan lingkungan dimana rancangan tersebut akan
dioperasikan mungkin lebih panas, dingin, basah, kering berdebu atau bergetar
relatif besar terhadap lingkungan spesifiknya.
3. Kemampuan berdaya cipta
Dua
karakter yang telah diuraikan diatas adalah suatu syarat untuk daya cipta.
Seseorang yang memiliki daya cipta harus mengembangkan konsep barunya yang
dapat memuaskan tujuan yang diinginkannya
4. Rasa memilih yang terpenting
Ini adalah karakteristik yang
penting bagi seorang insinyur. Ia harus dapat berpikir dan bertindak cepat.
Seorang insinyur harus dapat memelihara keseimbangan antara apa yang ideal dan
apa yang harus dicapai dengan memperhatikan keterbatasan waktu dan dana yang
tersedia
5. Kemampuan menyederhanakan masalah
Dalam
memprediksi suatu unjuk kerja sebuah perancangan, banyak situasi yang sering
kali membawa kemasalah analisis yang ruwet. Seorang insinyur harus dapat mengerti
fakta yang harus dimasukkan dalam perhitungan dan dapat mengurangi kesulitan
dari masalah yang ada. Ia harus mempunyai pengertian/pemahaman dari prinsip
yang terkait berdasarkan intuisi yang dimilikinya, sehingga ia dapat membuat
koreksi yang beralasan atas kesalahan yang ia buat pada saat ia membuat
penyederhanan masalah
6. Kemampuan menghitung
Seorang
insinyur harus dapat mengembangkan prosedur matematis dan komputer untuk
menyelesaikan persamaan yang berkembang pada saat melakukan analisis. Perhatian yang besar harus diberikan untuk
hal ini, saat seorang insinyur ada dalam masa training
7. Kemampuan untuk menentukan
Ini juga merupakan sebuah
karakteristik yang penting bagi seorang insinyur. Kemungkinan banyaknya
penyelesaian yang harus dievaluasi, kemudian keputusan harus dibuat untuk
memilih salah satu penyelesaian yang paling sesuai.
8. Pikiran yang terbuka
Seorang
insinyur harus siap untuk dapat menerima kritik dan perubahan dari idenya jika
ada konsep lain yang muncul dan lebih baik.
Friday, March 21, 2014
Optimasi Sistem Energi (bagian 2)
1. Orientasi
sasaran
Sasaran atau
tujuan harus didefinisikan secara jelas. Tugas pertama seorang insinyur adalah mengindentifikasi
masalah yang sebenarnya
2. Bentuk
pemecahan masalah yang bermacam-macam
Tidak ada batasan jumlah pemecahan dalam menyelesaikan
masalah menjadi
tangggung jawab seorang insinyur untuk memperbolehkan munculnya ide-ide bebas,
dan memilih salah satu di antaranya untuk dipakai dalam pelaksanannya
3. Keterbatasan
Kebebasan seorang
insinyur dalam memilih dibatasi oleh beberapa pertimbangan,
(i) Hukum alam – dari bidang fisika, kimia, matematika dan sebagainya. Contoh: karbon yang terbakar dalam udara akan
menghasilkan CO2 akibat adanya eksistensi dari gravitasi.
(ii) Ekonomis –
Finansiil, staf dan material yang terbatas. Seorang insinyur tidak dapat
mencapai sesuatu yang sempurna, ia hanya berusaha untuk dapat mencapainya yang
terbaik.
(iii) Pertimbangan
manusiawi – kebutuhan secara individual dan secara kelompok sosial harus
dimasukkan dalam pertimbangan. Seorang insinyur harus memperhatikan faktor
estetika, budaya dan agama di samping polusi, kebisingan dan tujuan sosial dari
masyarakat di sekitarnya
(v) Fasilitas
produksi – keperluan fasilitas produksi, alat transpor, instalasi dan
pemeliharaan harus tersedia jika hal tersebut diperlukan.
4. Perkembangan
Seorang insinyur harus mempertimbangkan adanya perubahan
rancangannya agar jika ada masukan informasi baru dalam dunia teknik, rancangan
tersebut dapat diubah secara fleksibel.
5. Probabilitas
Data yang tersedia serta perhitungan yang dibuat selalu
mengandung nilai ketidakpastian. Oleh karena itu, perlu
diambil/dipertimbangkan faktor keamanan dan pengijinan kemungkinan terjadinya
kelemahan.
6. Nilai Komparatif
Nilai relatif dan perkiraan biaya produksi dimasukkan dalam
perhitungan bagi pemilihan rancangan akhir dan proses produksi dari alternatif
yang ada
7. Kompromi
Ketidakpastian, konflik tentang waktu yang diperlukan,
kesempurnaan hasil dan biaya, kekurangan ilmu pengetahuan, dan sebagainya
memerlukan sikap berkompromi.
Thursday, March 13, 2014
Optimasi Sistem Energi (bagian 1)
RANCANGAN ENJINERING (ENGINEERING DESIGN)
Rancangan Enjinering.
Dalam mengoptimasi suatu sistem energi, dirasakan perlu untuk menganalisis rancangan sistem tersebut, khususnya bagi alat-alat yang berkaitan dengan proses termal.
Rancangan, Termal dan Sistem
Rancangan
Rancangan/desain enjinering adalah sebuah aktivitas yang bertujuan untuk menghasilkan sesuatu dalam membantu memenuhi salah satu kebutuhan manusia, khususnya bagi kegiatan yang mempunyai faktor-faktor teknologi.
Ada tiga hal penting dalam bahasan masalah ini:
1. Tujuan dari aktivitas tersebut
2. Mendapatkan suatu kepuasan dalam membantu memenuhi kebutuhan manusia
3. Aktivitas tersebut dilandasi oleh faktor teknologi
Jiwa seorang perancang/insinyur yang profesional akan selalu berusaha menyelesaikan masalah yang timbul dengan orientasi aplikasi yang dilandasi prinsip keilmuan teknik. Masalah yang harus dipecahkan mempunyai keterbatasan waktu serta mempertimbangkan faktor ekonomis, kemanusian dan undang-undang yang berlaku.
Hal kedua yang ditekankan pada uraian diatas adalah di dalam memenuhi kebutuhan manusia. Hal ini adalah merupakan sesuatu yang sangat penting pada suatu perancangan dan merupakan alasan utama bagi keberadaan ilmu teknik.
Hal ketiga membedakan bidang keteknikan dengan bidang lain, di mana kebutuhan manusia dapat pula dipuaskan oleh musik, seni atau aktivitas lain. Secara definisi, rancangan enjinering dibatasi oleh bidang di mana logika dari prinsip keilmuan merupakan suatu metode yang sangat berperan dalam (yang dipakai untuk) memecahkan sesuatu masalah.
Termal
Sesuatu yang menggunakan kalkulasi dan aktivitas yang berlandasan prinsip ilmu termodinamika, perpindahan panas dan mekanika fluida.
Sistem
Sesuatu susunan komponen-komponen yang terintegrasi atau sub-sistem yang bekerja secara bersama untuk mencapai sasaran yang ditetapkan.
KARAKTERISTIK RANCANGAN ENJINERING
Rancangan/disain enjinering adalah sesuatu aktivitas yang memperhatikan:
1. Orientasi sasaran
2. Bentuk pemecahan masalah yang bermacam-macam
3. Adanya batasan
4. Adanya perkembangan
5. Probabilitas
6. Nilai komparatif
7. Kompromi
Flow Boiling: Fluida Kerja
Pengertian Flow Boiling
Flow boiling mirip dengan pool boiling diperoleh dalam tabung yang dipanaskan. Namun, mekanisme yang mendasari, lebih kompleks karena konfigurasi aliran cairan-uap berubah karena penambahan uap sepanjang arah aliran.
• confined bubbly flow, dengan gelembung terpisah terdistorsi (tidak bulat) dengan diameter yang kira- kira seukuran diameter channel
• slug flow, ditandai dengan gelembung yang seperti peluru dengan ujung bulat dan ekor datar yang menempati sebagian besar penampang.
• churn flow, terjadi ketika vapor menjadi tidak stabil dan terganggu. Vapor mengalir dengan kacau dengan cairan yang terdesak ke dinding saluran.
• slug-annular flow, ditandai dengan tabrakan terhadap dinding ke aliran anular bergelombang dengan gelombang berolakan besar yang mengganggu aliran anular.
• annular flow, ketika aliran gas mengalir secara kontinu di tengah saluran dengan cairan yang mengalir di pinggir saluran, dan
• mist flow, dengan mayoritas dalam gas dengan droplet – droplet cairan yang tersebar.
Flow boiling mirip dengan pool boiling diperoleh dalam tabung yang dipanaskan. Namun, mekanisme yang mendasari, lebih kompleks karena konfigurasi aliran cairan-uap berubah karena penambahan uap sepanjang arah aliran.
Klasifikasi Pola Aliran
• isolated bubbly flow, ditandai dengan gelembung – gelembung bulat terpisah yang umumnya lebih kecil daripada diameter tabung• confined bubbly flow, dengan gelembung terpisah terdistorsi (tidak bulat) dengan diameter yang kira- kira seukuran diameter channel
• slug flow, ditandai dengan gelembung yang seperti peluru dengan ujung bulat dan ekor datar yang menempati sebagian besar penampang.
• churn flow, terjadi ketika vapor menjadi tidak stabil dan terganggu. Vapor mengalir dengan kacau dengan cairan yang terdesak ke dinding saluran.
• slug-annular flow, ditandai dengan tabrakan terhadap dinding ke aliran anular bergelombang dengan gelombang berolakan besar yang mengganggu aliran anular.
• annular flow, ketika aliran gas mengalir secara kontinu di tengah saluran dengan cairan yang mengalir di pinggir saluran, dan
• mist flow, dengan mayoritas dalam gas dengan droplet – droplet cairan yang tersebar.
Subscribe to:
Posts (Atom)